<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kebaya Archives - veltrixa.id</title>
	<atom:link href="https://veltrixa.id/tag/kebaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://veltrixa.id/tag/kebaya/</link>
	<description>Inspirasi Gaya Hidup &#38; Tren Fashion Modern Pria-Wanita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 12:42:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Prilly Latuconsina Tampil Anggun dengan Kebaya Jawa</title>
		<link>https://veltrixa.id/prilly-latuconsina-tampil-anggun-dengan-kebaya-jawa/</link>
					<comments>https://veltrixa.id/prilly-latuconsina-tampil-anggun-dengan-kebaya-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 12:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Streetwear & Urban Style]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[Prilly Latuconsina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://veltrixa.id/?p=348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Kebaya Hitam dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Artis Prilly Latuconsina merasakan pengalaman pertamanya mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Dalam prosesi sakral tersebut, Prilly tampil anggun mengenakan kebaya hitam tradisional yang dirancang khusus oleh desainer Didiet Maulana. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://veltrixa.id/prilly-latuconsina-tampil-anggun-dengan-kebaya-jawa/">Prilly Latuconsina Tampil Anggun dengan Kebaya Jawa</a> appeared first on <a href="https://veltrixa.id">veltrixa.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Kebaya Hitam dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Artis Prilly Latuconsina merasakan pengalaman pertamanya mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Dalam prosesi sakral tersebut, Prilly tampil anggun mengenakan kebaya hitam tradisional yang dirancang khusus oleh desainer Didiet Maulana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prilly membagikan berbagai momen sebelum hingga selama mengikuti kirab. Ia memperlihatkan proses persiapan rias wajah, pemakaian kebaya, hingga suasana saat berjalan mengikuti ritual yang berlangsung dengan penuh khidmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://veltrixa.id/inspirasi-style-80an-wanita-hijab-yang-modis-dan-elegan/"><strong><em>Inspirasi Style 80an Wanita Hijab yang Modis dan Elegan</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Kebaya Hitam Puspo Budoyo Rancangan Didiet Maulana</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Didiet Maulana menjelaskan bahwa busana yang dikenakan Prilly merupakan kebaya bertajuk &#8220;Kebaya Hitam Puspo Budoyo&#8221;. Karya tersebut terinspirasi dari keindahan bunga yang memiliki makna budaya mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Didiet, kebaya tersebut sengaja dibuat tanpa tambahan payet agar menampilkan kesan sederhana namun tetap elegan. Busana itu dipadukan dengan kain batik sogan yang memperkuat nuansa klasik sesuai dengan nilai tradisi Mangkunegaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang desainer juga mengaku senang dapat kembali merancang busana untuk Prilly. Kepercayaan yang diberikan sang aktris membuatnya memiliki ruang lebih luas untuk menghadirkan interpretasi desain yang tetap menghormati aturan adat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pengalaman Prilly Mengikuti Tradisi Sakral Mangkunegaran</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Prilly menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar Mangkunegaran yang telah mengundangnya mengikuti kirab malam 1 Suro. Baginya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami nilai filosofi yang terkandung dalam tradisi Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam unggahannya, Prilly menulis bahwa perjalanan dalam keheningan selama kirab mengajarkannya tentang refleksi diri, penghormatan kepada leluhur, serta pentingnya menjaga hubungan dengan akar budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah prosesi selesai, Prilly menunjukkan telapak kakinya yang menghitam akibat berjalan tanpa alas kaki. Hal tersebut merupakan bagian dari tata cara kirab, di mana seluruh peserta menjalani laku tapa bisu dengan berjalan dalam keadaan hening tanpa menggunakan alas kaki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman tersebut. Menurutnya, ritual tersebut mengajarkan seseorang untuk lebih tenang, sadar terhadap diri sendiri, dan tetap membumi dalam menjalani kehidupan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Aturan Busana Perempuan dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak Mangkunegaran sebelumnya telah membagikan panduan resmi mengenai ageman atau tata busana peserta kirab melalui akun media sosial resmi mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk peserta perempuan, rambut diwajibkan menggunakan sanggul Jawa tradisional berupa ukel konde dengan tusuk hitam atau penyu. Peserta tidak diperbolehkan mengenakan cundhuk kembang, tusuk konde emas, maupun aksesori berlebihan. Rias wajah juga dianjurkan tetap sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Busana yang digunakan berupa kebaya Kartini hitam polos berlengan panjang dengan bahan seperti sifon, rayon, satin, atau linen. Kebaya tidak boleh menggunakan bahan beludru dan brokat serta memiliki panjang tidak melebihi lutut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebaya tersebut dipadukan dengan jarik wiru berwarna sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran. Motif parang dan lereng tidak diperkenankan dalam prosesi ini. Peserta juga memakai alas kaki hitam yang wajib dilepas ketika kirab dimulai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi peserta yang mengenakan jilbab, pihak Mangkunegaran memperbolehkan penggunaan jilbab berwarna hitam agar tetap selaras dengan ketentuan busana adat yang berlaku.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kirab Pusaka Malam 1 Suro Jadi Simbol Pelestarian Budaya Jawa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran menjadi salah satu tradisi budaya yang selalu menarik perhatian masyarakat. Pada pelaksanaan tahun 2026, sekitar 10.000 tamu undangan hadir dan sekitar 2.500 peserta ikut berjalan dalam prosesi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kirab dimulai setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X memberikan aba-aba pemberangkatan. Enam pusaka yang telah menjalani ritual jamasan kemudian dibawa oleh para abdi dalem untuk dikirab mengelilingi kawasan Kota Surakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pusaka tersebut terdiri dari lima tombak dan satu pusaka yang ditempatkan di dalam jodang atau kotak kaca. Selama perjalanan, seluruh peserta menjalankan laku tapa bisu sebagai bentuk pengendalian diri dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rute kirab dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju kawasan Ngarsopuro melalui sejumlah jalan utama, termasuk Jalan Diponegoro, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, dan Jalan Teuku Umar sebelum kembali ke lokasi awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai tingginya antusiasme masyarakat membuktikan bahwa tradisi lokal masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan zaman. Ia juga mengapresiasi upaya Pura Mangkunegaran dalam menjaga warisan budaya Jawa sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menyaksikan prosesi kirab, masyarakat juga menunggu momen pembagian air jamasan pusaka yang dipercaya membawa keberkahan. Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa warisan budaya Jawa tidak hanya bertahan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup dan memiliki makna bagi masyarakat masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/showbiz/read/6299199/7-potret-bakery-cafe-milik-prilly-latuconsina-berkonsep-klasik-dengan-menu-yang-beragam"><strong><em>7 Potret Bakery Cafe Milik Prilly Latuconsina, Berkonsep Klasik dengan Menu yang Beragam</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://veltrixa.id/prilly-latuconsina-tampil-anggun-dengan-kebaya-jawa/">Prilly Latuconsina Tampil Anggun dengan Kebaya Jawa</a> appeared first on <a href="https://veltrixa.id">veltrixa.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://veltrixa.id/prilly-latuconsina-tampil-anggun-dengan-kebaya-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Ariel Tatum dalam Kebaya Kutubaru Era 1950-an</title>
		<link>https://veltrixa.id/pesona-ariel-tatum-dalam-kebaya-kutubaru-era-1950-an/</link>
					<comments>https://veltrixa.id/pesona-ariel-tatum-dalam-kebaya-kutubaru-era-1950-an/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 19:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fashion Kerja & Profesional]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://veltrixa.id/?p=297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ariel Tatum Tampilkan Elegansi Kebaya Kutubaru dan Warisan Keluarga di Pernikahan Kerajaan Johor Gaya Kebaya Era 1950-an yang Diangkat Kembali Lewat Sentuhan Modern Ariel Tatum kembali menjadi sorotan berkat penampilannya yang memadukan keindahan busana tradisional dengan sentuhan personal yang sarat makna. Saat menghadiri pernikahan kerajaan di Johor Bahru, Malaysia, aktris tersebut tampil anggun mengenakan kebaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://veltrixa.id/pesona-ariel-tatum-dalam-kebaya-kutubaru-era-1950-an/">Pesona Ariel Tatum dalam Kebaya Kutubaru Era 1950-an</a> appeared first on <a href="https://veltrixa.id">veltrixa.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Ariel Tatum Tampilkan Elegansi Kebaya Kutubaru dan Warisan Keluarga di Pernikahan Kerajaan Johor</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Gaya Kebaya Era 1950-an yang Diangkat Kembali Lewat Sentuhan Modern</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ariel Tatum kembali menjadi sorotan berkat penampilannya yang memadukan keindahan busana tradisional dengan sentuhan personal yang sarat makna. Saat menghadiri pernikahan kerajaan di Johor Bahru, Malaysia, aktris tersebut tampil anggun mengenakan kebaya kutubaru bernuansa cokelat yang terinspirasi dari gaya perempuan Indonesia pada era 1950-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan Ariel tidak hanya mencerminkan estetika fesyen tradisional, tetapi juga menghadirkan narasi tentang warisan budaya dan hubungan antargenerasi. Busana yang dikenakannya menunjukkan bagaimana kebaya tetap relevan sebagai simbol identitas perempuan Indonesia di tengah perkembangan tren mode modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebaya kutubaru berwarna cokelat tua yang dikenakan Ariel memiliki detail bordir dan payet yang memperkaya tampilannya. Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh memberikan kesan feminin dan anggun. Sementara itu, material transparan pada bagian lengan menambahkan sentuhan elegan tanpa mengurangi nuansa klasik yang ingin ditampilkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk melengkapi penampilannya, Ariel memadukan kebaya tersebut dengan kain batik Tirto Tejo tahun 1965 yang diwiru secara rapi. Perpaduan warna cokelat dan hitam pada motif batik menciptakan kesan hangat, mewah, sekaligus autentik. Kombinasi ini mengingatkan pada gaya perempuan Indonesia pada pertengahan abad ke-20 yang dikenal sederhana namun berkelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://veltrixa.id/tren-kalung-emas-layering-untuk-gaya-modern-dan-mewah/"><strong><em>Tren Kalung Emas Layering untuk Gaya Modern dan Mewah</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tas Vintage Milik Nenek Menjadi Detail Penuh Makna</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu elemen yang menarik perhatian dalam penampilan Ariel adalah penggunaan tas hitam vintage yang merupakan koleksi peninggalan sang nenek. Aksesori tersebut memberikan nilai emosional yang memperkuat cerita di balik keseluruhan busana yang dikenakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain tas warisan keluarga, Ariel juga mengenakan bros klasik pada bagian dada serta hiasan rambut bernuansa emas dari Subeng Klasik. Rambut yang disanggul rapi semakin memperkuat karakter perempuan Jawa yang anggun dan berwibawa. Riasan wajah natural dengan sentuhan warna cokelat kemerahan pada bibir melengkapi keseluruhan tampilan yang tampil harmonis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sejumlah potret yang dibagikan desainer Didiet Maulana, Ariel terlihat membawakan konsep tersebut dengan ekspresi tenang dan pembawaan yang elegan. Kehadirannya seolah menghidupkan kembali estetika perempuan Indonesia masa lalu dalam konteks yang lebih modern dan relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didiet Maulana menjelaskan bahwa konsep penampilan tersebut terinspirasi dari dokumentasi visual perempuan Indonesia pada era 1950-an. Pada masa itu, kebaya pendek kutubaru sering dipadukan dengan kain batik, selendang kecil, bros, dan perhiasan tradisional yang mempertegas identitas budaya pemakainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kebaya cokelat berpotongan pendek, membawaku kembali kepada foto-foto lama itu, perempuan-perempuan di tahun 50-an memakai kebaya pendek kutubaru dengan kain dan selendang kecil menjuntai pada bahu dengan bersemat bros dan subeng,” tulis Didiet melalui unggahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Didiet, Ariel mengenakan kebaya koleksi pribadinya yang dipadukan dengan kain batik Tirto Tejo dari tahun 1965. Kehadiran cincin serta tas peninggalan nenek Ariel menambah nilai historis dan emosional yang membuat tampilan tersebut terasa lebih personal.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hadir di Pernikahan Kerajaan Johor dengan Representasi Budaya Jawi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Busana tersebut dikenakan Ariel saat menghadiri pernikahan Yang Mulia Tunku Aishah Johara dan Muhammad Idris Ismail yang berlangsung di Istana Tunku Abu Bakar, Johor Bahru, Malaysia. Kehadirannya menjadi bagian dari undangan yang diberikan langsung oleh ibunda Tunku Aishah, Gusti Raden Ayu Retno Astrini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan tersebut, Ariel turut membawa representasi budaya Jawi yang selama ini menjadi salah satu sumber inspirasi karya-karya Didiet Maulana. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa busana tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang mampu diterima dan diapresiasi dalam berbagai forum internasional, termasuk acara kerajaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didiet bahkan menilai Ariel berhasil menghadirkan karakter yang menyatu dengan busana yang dikenakannya. Menurutnya, pesona dan pembawaan Ariel memberikan jiwa pada kebaya sehingga keseluruhan tampilan terasa hidup dan berkesan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kebaya Tetap Relevan sebagai Simbol Identitas Perempuan Indonesia</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan Ariel Tatum memperlihatkan bahwa kebaya tidak hanya berfungsi sebagai busana tradisional, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan cerita tentang sejarah, identitas, dan warisan budaya. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pelestarian budaya nasional, kebaya terus mendapatkan ruang dalam berbagai acara formal maupun internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, kebaya juga semakin sering diperkenalkan sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Banyak desainer dan pegiat budaya berupaya mengangkat kembali nilai historis kebaya melalui interpretasi yang lebih modern tanpa menghilangkan akar tradisionalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui perpaduan kebaya kutubaru, kain batik bersejarah, dan aksesori warisan keluarga, Ariel Tatum menghadirkan gambaran perempuan Indonesia yang elegan, kuat, dan menghargai tradisi. Penampilannya menjadi contoh bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang ketika dipadukan dengan cerita personal yang autentik dan bermakna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://www.fimela.com/fashion/read/6230662/penampilan-dramatis-ariel-tatum-dalam-v-neck-dress-di-singapore-international-film-festival-36">Penampilan Dramatis Ariel Tatum dalam V-Neck Dress di Singapore International Film Festival 36</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://veltrixa.id/pesona-ariel-tatum-dalam-kebaya-kutubaru-era-1950-an/">Pesona Ariel Tatum dalam Kebaya Kutubaru Era 1950-an</a> appeared first on <a href="https://veltrixa.id">veltrixa.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://veltrixa.id/pesona-ariel-tatum-dalam-kebaya-kutubaru-era-1950-an/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
