MFR 2026 di Matos Hadirkan Ratusan Model dan Desainer

MFR 2026

MFR 2026 di Matos Jadi Panggung Talenta Muda dan Desainer Fesyen Nasional

Malang Fashion Runway (MFR) 2026 kembali digelar di Malang Town Square (Matos) pada 11–12 Juli 2026. Ajang fesyen tahunan ini menghadirkan perpaduan antara desainer profesional, model muda, serta pelaku industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya menjadi panggung bagi koleksi desainer, MFR 2026 juga memberikan ruang besar bagi talenta muda. Sebanyak ratusan model anak, remaja, hingga dewasa tampil membawakan karya fesyen dengan berbagai konsep dan karakter.

Baca Juga “Debut Couture Minimalis Piccioli di Balenciaga & Chanel Resmi Akuisisi Pembuat Kemeja Tertua Prancis: Rangkuman Kabar Fashion Terpanas Pekan Ini

Tahun ini, penyelenggaraan MFR mengusung tema besar “Fantastica”. Konsep tersebut memberikan kebebasan bagi para desainer untuk menerjemahkan kreativitas sesuai identitas dan gaya masing-masing.

Ratusan Model Cilik Dominasi Panggung MFR 2026

Marcom Manager Matos, Sasmitha, menjelaskan bahwa kategori fesyen anak menjadi bagian terbesar dalam gelaran MFR 2026.

Dari total 58 desainer yang berpartisipasi, sebanyak 36 desainer secara khusus menghadirkan koleksi busana anak. Koleksi tersebut diperagakan oleh sekitar 300 model cilik yang tampil di panggung utama.

Selain kategori kids, MFR 2026 juga menghadirkan sekitar 100 model remaja dan 40 model dewasa. Kehadiran berbagai kategori tersebut membuat ajang ini menjadi ruang bagi talenta lintas usia untuk berkembang dalam industri fesyen.

“Pada tahun ini sebanyak 36 desainer kids terlibat, dan modelnya sekitar 300 anak-anak, kemudian teen sekitar 100 model, dan dewasa sekitar 40 model,” ujar Sasmitha.

Desainer dari Berbagai Daerah Ikut Tampilkan Karya

MFR 2026 tidak hanya melibatkan desainer asal Kota Malang. Para kreator fesyen dari berbagai wilayah turut berpartisipasi untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Sasmitha menyebut peserta tahun ini berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Malang, Surabaya, Blitar, Tulungagung, Jakarta, hingga Kalimantan.

Keterlibatan desainer dari berbagai daerah menunjukkan bahwa MFR telah berkembang menjadi salah satu ruang temu bagi industri fesyen Indonesia. Ajang ini mempertemukan kreator, model, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif.

Tema Fantastica Berikan Ruang Kreativitas Tanpa Batas

Mengusung tema “Fantastica”, MFR 2026 tidak menetapkan konsep desain yang terlalu spesifik bagi peserta.

Menurut Sasmitha, setiap desainer diberikan kebebasan untuk mengembangkan ide sesuai karakter dan ciri khas masing-masing. Pendekatan tersebut memungkinkan setiap koleksi memiliki identitas yang berbeda saat tampil di panggung.

“Kita gak ada tema khusus, tema kami global, jadi sesuai dengan identitas masing-masing,” jelas Sasmitha.

Kebebasan berekspresi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama MFR karena setiap desainer dapat menunjukkan perspektif kreatif melalui warna, bentuk, material, dan konsep busana yang mereka hadirkan.

Ardalano Hadirkan Koleksi Evening Gown dengan Konsep Glamor

Salah satu desainer asal Kota Malang, Ardalano, membawa koleksi khusus kategori kids dan teen dalam MFR 2026.

Ia menghadirkan 12 busana evening gown dengan konsep glamor yang terinspirasi dari atmosfer ajang mode internasional seperti Met Gala. Koleksi tersebut mengedepankan tampilan mewah dengan penggunaan detail kristal, payet, serta aksesori yang menjadi ciri khas desainnya.

“Untuk Malang Fashion Runway 2026 ini saya mengangkat tema evening gown dengan konsep glamor untuk kids dan teen, bertema Kolosa,” ujar Ardalano.

Menurutnya, tren kompetisi pageant anak dan remaja menjadi salah satu inspirasi dalam menciptakan koleksi tersebut. Ia ingin menghadirkan busana yang mampu memberikan kesan elegan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para model muda.

“Untuk desain saya ciri khasnya setiap show selalu menonjolkan kesan glamor. Dari head to toe dipenuhi detail kristal dan permata,” tambahnya.

MFR Jadi Ajang Bergengsi bagi Pelaku Fesyen Malang

Ardalano mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti MFR sejak awal penyelenggaraan sekitar tujuh tahun lalu. Menurutnya, ajang tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan industri fesyen Kota Malang.

Ia menilai MFR bukan hanya menjadi tempat menampilkan koleksi terbaru, tetapi juga menjadi wadah bertemu dengan berbagai pelaku kreatif.

“MFR keren banget. Ini memang acara bergengsi di Kota Malang,” ungkap Ardalano.

Keberlanjutan acara selama beberapa tahun menunjukkan bahwa MFR mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu panggung mode yang dinantikan oleh desainer dan pencinta fesyen.

DeTuka by Didik Angkat Konsep Busana Ceria untuk Anak dan Remaja

Selain Ardalano, desainer DeTuka by Didik juga menampilkan karya dalam MFR 2026. Didik Wahyu Tama membawa dua koleksi berbeda untuk kategori anak dan remaja.

Ia menghadirkan busana party untuk kategori kids serta koleksi kasual untuk kategori teen. Konsep tersebut dipilih agar anak-anak tetap dapat tampil menarik tanpa kehilangan karakter sesuai usia mereka.

“Saya ingin anak-anak tetap tampil ceria sesuai usia mereka, tetapi tetap terlihat menarik,” jelas Didik.

Menurut Didik, MFR memiliki nilai lebih karena tidak hanya menjadi sarana pemasaran produk fesyen. Ajang ini juga memberikan kesempatan bagi desainer untuk memperkenalkan ide dan kreativitas kepada masyarakat luas.

MFR 2026 Perkuat Ekosistem Industri Fesyen Lokal

Penyelenggaraan MFR 2026 menunjukkan perkembangan industri fesyen kreatif di Kota Malang dan daerah sekitarnya. Dengan melibatkan desainer, model, komunitas, serta pelaku usaha, acara ini menjadi ruang kolaborasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Bagi para desainer, MFR menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan karya kepada pasar yang lebih luas. Sementara bagi model muda, ajang ini memberikan pengalaman tampil di panggung fesyen profesional.

Ke depan, Malang Fashion Runway diharapkan terus berkembang sebagai platform kreatif yang mampu melahirkan talenta baru dan memperkuat posisi Malang sebagai salah satu kota dengan potensi industri fesyen di Indonesia.

Baca Juga “Wali Kota Malang Apresiasi Malang Fashion Runway #7 Fantastica

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *