Ivan Gunawan Eksplorasi Batik Madura di Nusanova 2.0

Ivan Gunawan

Ivan Gunawan Tampilkan Batik Madura dalam Fashion Installation Nusanova 2.0 Sekar Jagat

Desainer Ivan Gunawan kembali menghadirkan inovasi dalam memperkenalkan wastra Nusantara melalui karya bertajuk Nusanova 2.0 Sekar Jagat. Pameran berbentuk fashion installation ini berlangsung di D’Gallerie, Jakarta, pada 3–7 Agustus 2026 dengan menggabungkan unsur mode, seni, dan budaya dalam satu pengalaman visual.

Baca Juga “LEPAS Gandeng Jakarta Fashion Week di GIIAS 2026, Tampilkan Kolaborasi Otomotif dan Fashion

Melalui Nusanova 2.0, Ivan Gunawan tidak hanya menampilkan koleksi busana, tetapi juga membuka proses kreatif di balik setiap rancangan. Pengunjung dapat melihat perjalanan sebuah karya mulai dari pencarian ide, pembuatan pola, pengembangan desain, hingga proses akhir sebelum menjadi busana siap pakai.

Batik Madura Menjadi Fokus Eksplorasi Koleksi Sekar Jagat

Berbeda dari edisi sebelumnya yang mengeksplorasi beragam kain tradisional Indonesia, Nusanova 2.0 secara khusus mengangkat karakter batik Madura. Kain khas tersebut dipilih karena memiliki kekuatan visual melalui kombinasi warna berani, motif khas, dan identitas budaya yang kuat.

Ivan Gunawan mengolah batik Madura menggunakan pendekatan couture dengan sentuhan modern. Ia menghadirkan siluet busana yang tegas, feminin, dan eksperimental untuk menunjukkan bahwa kain tradisional mampu mengikuti perkembangan industri mode saat ini.

“Saya ingin mengantarkan batik ke panggung yang lebih luas dengan cara yang berbeda. Saya ingin menunjukkan bahwa batik bisa edgy, girly structured, bahkan tampil di red carpet,” ujar Ivan.

Menurut Ivan, karakter batik Madura memiliki kesesuaian dengan gaya desain yang selama ini ia kembangkan. Warna yang kuat dan motif yang ekspresif menjadi elemen penting dalam membangun identitas koleksi Sekar Jagat.

“Karena balik lagi bahwa kain Madura ini motifnya, warnanya itu Igun banget. Cheerfulness-nya, bold-nya. Begitu orang berani pakai batik Madura, berarti dia memang ingin tampil berbeda,” katanya.

Pameran Hadirkan 23 Instalasi yang Ceritakan Proses Kreatif

Nusanova 2.0 Sekar Jagat menghadirkan 23 instalasi mode yang memenuhi ruang galeri. Setiap instalasi dirancang untuk memperlihatkan hubungan antara gagasan, proses produksi, dan hasil akhir sebuah karya fashion.

Ivan melibatkan sejumlah kolaborator untuk memperkuat cerita dalam pameran tersebut. Slamet berperan sebagai pattern maker, sementara Nency menghadirkan karya seni Bahteria yang menjadi bagian dari pengalaman visual pengunjung.

Kolaborasi lainnya melibatkan Joshua Li Gondo sebagai The Painter dan Rio Motret yang mendokumentasikan perjalanan visual koleksi. Sementara itu, Intan menghadirkan instalasi Nangger Kalpawreksa yang memanfaatkan limbah fashion sebagai material utama.

Instalasi Nangger Kalpawreksa memiliki makna simbolis sebagai pohon tempat menemukan harapan. Karya tersebut dibuat dari limbah fashion Ivan Gunawan yang telah melalui proses pengolahan ulang hingga sebagian besar materialnya dapat digunakan kembali.

Dukung Perajin Lokal Melalui Pengembangan Batik Madura

Selain menghadirkan karya artistik, Nusanova 2.0 juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan perajin batik lokal. Ivan mengatakan proses pembuatan koleksi ini melibatkan perajin yang sebelumnya mengalami penurunan aktivitas produksi.

“Kolaborasi sama perajin yang tadinya jualannya sudah mulai melemah. Pas aku datang dan minta dibuatkan, mereka jadi bergairah lagi,” ungkap Ivan.

Menurutnya, permintaan produksi untuk koleksi tersebut memberikan dampak positif bagi perajin. Aktivitas produksi yang sebelumnya terbatas kembali meningkat seiring adanya kebutuhan kain untuk pengembangan koleksi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri fashion dapat menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kreatif di daerah.

Koleksi Eksklusif Mengutamakan Detail dan Teknik Tingkat Tinggi

Dalam proses pembuatan Sekar Jagat, Ivan membutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk menyelesaikan seluruh koleksi. Ia menyebut karya terbaru ini memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan koleksi sebelumnya.

Desain koleksi menampilkan berbagai detail, termasuk penggunaan ornamen payet, material kulit, dan teknik pengerjaan khusus. Beberapa elemen seperti kulit buaya, kulit ular, dan kulit sapi digunakan secara terbatas untuk memperkuat karakter busana.

“Kalau dibandingkan koleksi yang lalu, ini jauh lebih kompleks. Ini benar-benar aku bikinnya high level of mind,” ujar Ivan.

Ia juga memastikan sejumlah busana hanya dibuat dalam jumlah sangat terbatas. Beberapa rancangan bahkan hanya tersedia satu unit untuk menjaga nilai eksklusivitas dan keunikan setiap karya.

Koleksi eksklusif Nusanova 2.0 Sekar Jagat memiliki harga mulai dari Rp40 juta. Sementara itu, lini ready-to-wear tersedia dengan harga mulai dari Rp2 juta.

Nusanova 2.0 Jadi Ruang Edukasi Mode dan Budaya

Melalui Nusanova 2.0 Sekar Jagat, Ivan Gunawan ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai proses kreatif di balik sebuah karya fashion. Pameran ini tidak hanya ditujukan bagi pencinta mode, tetapi juga pelajar dan generasi muda yang ingin mengenal industri kreatif lebih dekat.

Dengan menggabungkan batik Madura, seni instalasi, dan inovasi desain, Nusanova 2.0 menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia dapat terus berkembang melalui pendekatan modern. Karya ini menjadi salah satu contoh bagaimana fashion dapat berperan dalam menjaga identitas budaya sekaligus menciptakan ruang kreativitas baru.

Baca Juga “Billy Tjong Rayakan 25 Tahun Karier Lewat Koleksi Fuchsia di JF3 Fashion Festival 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *