Gaya Busana Pria Sekuel The Devil Wears Prada 2 Jadi Sorotan Mode
PREMIERE NEW YORK TAMPILKAN KEMEWAHAN MODE DAN PERUBAHAN GAYA PRIA
Penayangan perdana film The Devil Wears Prada 2 di New York pada 20 April 2026 menghadirkan kembali atmosfer glamor dunia mode dan film. Acara ini menampilkan busana mewah dari para pemeran utama, termasuk mantel Givenchy yang dikenakan Meryl Streep.
Baca Juga “7 Model Fashion Cowok Usia 50an Terbaru 2025, Gaya Klasik Tetap Stylish“
Namun, sorotan utama justru mengarah pada gaya busana pria yang tampil lebih sederhana dibandingkan era promosi film pertama dua dekade lalu. Perubahan ini memicu diskusi di kalangan pengamat mode mengenai pergeseran estetika karpet merah Hollywood.
STANLEY TUCCI MENJADI SOROTAN UTAMA GAYA PRIA
Aktor Stanley Tucci yang kembali memerankan Nigel Kipling tampil sebagai figur paling menonjol di kategori busana pria. Ia mengenakan sport coat berbahan beludru dengan potongan pas badan dan celana panjang warna arang yang tampak minimalis namun tetap elegan.
Penampilan tersebut menjadi satu-satunya gaya pria yang banyak diperbincangkan media mode. Mengutip GQ Magazine, gaya Tucci dinilai sebagai representasi paling konsisten dari pendekatan formal modern yang tidak berlebihan.
PERBANDINGAN DENGAN ERA PROMOSI FILM PERTAMA
Sorotan terhadap gaya pria semakin kuat ketika dibandingkan dengan tur promosi film pertama pada 2006. Pada masa itu, busana pria di karpet merah terlihat lebih berani, ekspresif, dan memiliki variasi gaya yang lebih luas.
Adrian Grenier yang memerankan Nate tampil di New York dengan setelan jas hitam single-breasted, kemeja bergaris, dan dasi warna anggur. Kombinasi tersebut mencerminkan gaya formal yang masih memberi ruang karakter pribadi.
Seminggu kemudian di Festival Film Los Angeles, Grenier memilih setelan pinstripe arang dengan kemeja gaun yang sengaja dibiarkan terbuka di bagian atas. Gaya ini dianggap mencerminkan tren maskulinitas santai yang populer pada pertengahan 2000-an.
STANLEY TUCCI DAN EKSPRESI GAYA PRIBADI DI MASA LALU
Stanley Tucci juga dikenal memiliki variasi gaya yang lebih ekspresif saat promosi film pertama. Di Los Angeles, ia tampil dengan setelan tiga kancing klasik, kemeja putih terbuka, dan kacamata bermotif kura-kura.
Di Festival Film Amerika Deauville, Prancis, Tucci mengenakan setelan abu-abu dengan polo bergaris biru-putih yang memberikan kesan santai namun tetap rapi. Sementara di Festival Film Venesia, ia tampil lebih kasual dengan blazer putih, kemeja linen tipis, celana jins, dan loafer.
Kehadiran desainer legendaris Valentino Garavani di Venesia pada periode yang sama juga memperkuat nuansa mode klasik. Ia tampil dengan setelan putih optik bergaya 1980-an yang dipadukan aksesori hitam.
PERUBAHAN ESTETIKA KARET MERAH HOLLYWOOD
Perbandingan antara dua periode ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam estetika busana pria di dunia hiburan. Pada 2006, gaya pria lebih eksperimental dan menonjolkan identitas personal yang kuat.
Sementara pada 2026, tren karpet merah cenderung mengarah pada minimalisme, potongan bersih, dan palet warna yang lebih aman. Gaya ini menekankan kesan profesional dan modern tanpa banyak elemen dekoratif.
Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran industri mode global yang kini lebih fokus pada keberlanjutan gaya dan keseragaman visual dalam acara besar.
KESIMPULAN: NOSTALGIA GAYA PRIA MASA LALU MASIH KUAT
Meskipun The Devil Wears Prada 2 berhasil menarik perhatian publik dan mendapat sambutan positif awal, diskusi mengenai gaya busana pria menunjukkan adanya nostalgia terhadap era sebelumnya.
Banyak pengamat mode menilai bahwa gaya 2006 lebih hidup dan berani dalam berekspresi. Namun, pendekatan modern yang lebih minimalis saat ini dianggap lebih relevan dengan tren mode global.
Ke depan, industri mode karpet merah diperkirakan akan terus mencari keseimbangan antara ekspresi pribadi dan estetika yang lebih terkurasi.
Baca Juga “Paris Fashion Week pria 2026 dominasi gaya klasik tahan lama“