Tips Merawat Blazer Ala Hartono Gan: Dry Clean untuk Jaga Struktur dan Kualitas
Desainer Hartono Gan membagikan panduan merawat blazer agar tetap awet dan mempertahankan bentuk aslinya. Ia menekankan bahwa perawatan yang tepat sangat penting, terutama untuk blazer dengan konstruksi khusus dan sentuhan buatan tangan.
Hal ini ia sampaikan bersamaan dengan peluncuran lini busana siap pakai bertajuk Hartono Gan Homme. Koleksi ini menghadirkan item dasar seperti kemeja, celana panjang, serta outerwear seperti jaket dan blazer yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
baca juga“Citra Cosmetic Gelar Fashion Show Semangat Kartini“
Detail Handmade Jadi Alasan Perawatan Khusus
Hartono memastikan setiap produknya tetap mengedepankan kualitas pengerjaan tangan meskipun berada dalam kategori ready-to-wear. Detail seperti jahitan halus di tepian kain, teknik zigzag pada kerah blazer, hingga tanda kapur pola menjadi ciri khas yang tidak bisa dihasilkan mesin.
Ia menjelaskan bahwa kualitas bahan pada lini ini memang disesuaikan agar lebih terjangkau. Namun, standar pengerjaan tetap dipertahankan untuk menjaga nilai desain dan daya tahan produk.
Menurutnya, keberadaan detail handmade membuat blazer memerlukan perlakuan khusus dalam perawatan. Tanpa metode yang tepat, struktur dan estetika pakaian bisa cepat rusak.
Wajib Dry Clean untuk Menjaga Bentuk Blazer
Hartono menyarankan agar blazer tidak dicuci sembarangan. Ia menegaskan bahwa metode dry clean menjadi pilihan utama untuk menjaga kualitas dan struktur jas.
Ia menyarankan dry clean dilakukan maksimal satu kali dalam sebulan, bahkan jika blazer sering digunakan. Menurutnya, blazer termasuk kategori outerwear yang tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
Frekuensi pencucian yang terlalu sering justru dapat merusak struktur dalam blazer. Di dalam jas terdapat lapisan kanvas yang berfungsi menjaga bentuk tetap rapi. Jika sering terkena air, bagian ini bisa mengerut dan mengubah siluet pakaian.
Penanganan Noda dan Larangan Mencuci Sendiri
Meski membatasi frekuensi pencucian, Hartono tetap menyarankan penanganan cepat jika blazer terkena noda. Ia menyebut noda yang dibiarkan terlalu lama berisiko menyebabkan perubahan warna atau diskolorasi.
Dalam kondisi tersebut, blazer sebaiknya segera dibawa ke layanan dry clean profesional. Langkah ini dinilai lebih aman dibanding mencoba membersihkannya sendiri.
Ia juga mengingatkan agar tidak mencuci blazer menggunakan mesin cuci maupun dengan tangan. Kedua metode ini berpotensi merusak struktur internal dan menghilangkan bentuk asli pakaian.
Sebagai perawatan harian, blazer cukup digantung dan diangin-anginkan setelah digunakan. Cara ini membantu menjaga kesegaran tanpa merusak material.
Pemilihan Material dan Potongan yang Tepat
Selain perawatan, Hartono juga menekankan pentingnya memilih bahan blazer yang nyaman. Ia menggunakan kombinasi katun dan poliester agar kain tetap ringan, menyerap keringat, dan tidak mudah kusut.
Pemilihan potongan juga menjadi faktor penting. Menurutnya, ukuran tidak selalu menentukan kecocokan. Pengguna dapat memilih ukuran yang sesuai dengan gaya personal dan kenyamanan.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas dalam styling tanpa mengorbankan estetika. Blazer dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dengan tampilan yang tetap rapi.
Investasi Busana dan Prinsip Fesyen Berkelanjutan
Hartono mendorong masyarakat untuk melihat blazer sebagai investasi jangka panjang. Ia menyebut bahwa produk berkualitas dapat digunakan hingga lebih dari lima tahun jika dirawat dengan baik.
Konsep ini sejalan dengan prinsip fesyen berkelanjutan yang ia terapkan. Ia mengajak konsumen untuk membeli lebih sedikit, tetapi memilih produk yang lebih tahan lama dan berkualitas.
Menurutnya, biaya awal yang lebih tinggi akan terasa lebih ekonomis jika pakaian digunakan berulang kali. Hal ini juga membantu mengurangi limbah tekstil yang menjadi isu global dalam industri fesyen.
Ia juga mengusung konsep gender neutral dalam desainnya. Blazer, kemeja, dan celana dirancang agar dapat digunakan oleh siapa saja tanpa batasan gender.
Dukungan Industri dan Pengembangan Desainer Lokal
Peluncuran koleksi Hartono Gan Homme mendapat dukungan dari JF3 melalui platform ritel LAKON Store. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem fesyen lokal.
Advisor JF3 sekaligus pendiri LAKON Indonesia, Thresia Mareta, menilai bahwa pengembangan desainer tidak hanya bergantung pada kreativitas. Kesiapan bisnis dan sistem produksi juga menjadi faktor penting dalam membangun brand yang berkelanjutan.
Program Future Fashion Designer (FFD) yang dijalankan JF3 pada 2026 menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung desainer Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing di industri fesyen yang semakin kompetitif.
Penutup: Perawatan Tepat Menentukan Umur Pakai Blazer
Panduan dari Hartono Gan menunjukkan bahwa merawat blazer tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Metode dry clean, frekuensi pencucian yang terbatas, serta penyimpanan yang tepat menjadi kunci menjaga kualitas pakaian.
Di sisi lain, pemilihan bahan, potongan, dan kesadaran terhadap fesyen berkelanjutan juga berperan penting. Dengan pendekatan ini, blazer tidak hanya menjadi item gaya, tetapi juga investasi jangka panjang yang bernilai.
baca juga”Sosok Jeni Rahmadial Fitri, Eks Puteri Indonesia Riau 2024 yang Tersandung Kasus Facelift Ilegal“