Dekranasda Kaltara Dorong Talenta Muda Kembangkan Fashion

Dekranasda Kaltara

Dekranasda Kaltara Perkuat Talenta Muda untuk Kembangkan Industri Fashion
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong generasi muda mengembangkan potensi di sektor industri fashion. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan desain dan menjahit bagi calon fashion designer muda.

Baca Juga “Temu Caturwulan DWP Kanwil, Kepala MTsN 2 Bantul Ikuti Lomba Fashion

Program bertajuk Coaching Fashion Design dan Menjahit bagi Calon Fashion Designer Muda berlangsung di SMK Negeri 1 Tanjung Selor. Kegiatan tersebut berlangsung pada 24-29 Agustus 2026 dan melibatkan siswa SMK dari berbagai wilayah di Kaltara.

Dekranasda Kaltara menjalankan program tersebut bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltara.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan generasi muda sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Pelatihan Fashion Tingkatkan Kemampuan Desain dan Menjahit
Wakil Ketua Harian Dekranasda Kaltara Sipta Meylina Denny Harianto mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas talenta muda di sektor ekonomi kreatif.

“Dekranasda Kaltara terus mendorong pengembangan talenta muda di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri fashion melalui peningkatan keterampilan desain dan menjahit,” ujar Sipta di Tanjung Selor, Senin.

Menurut Sipta, pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas dan mengembangkan gagasan yang dapat diterapkan dalam produk fashion.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta memahami proses kreatif secara lebih menyeluruh. Mereka dapat mempelajari bagaimana sebuah ide diterjemahkan menjadi desain, kemudian diwujudkan menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.

Pelatihan juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengenal standar kerja dalam industri fashion. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal awal bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan atau membangun usaha di bidang kreatif.

Peserta Terpilih Mendapat Bimbingan Mentor Fashion
Peserta pelatihan merupakan talenta muda yang sebelumnya mengikuti proses seleksi melalui Lomba Fashion Design. Peserta terpilih kemudian memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui sesi pembinaan intensif.

Dekranasda Kaltara menghadirkan mentor fashion nasional Fomalhaut Zamel dan Ade Suhanda. Kehadiran mentor tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif profesional mengenai desain dan produksi busana.

Bimbingan dari praktisi dapat membantu peserta memahami berbagai aspek yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Peserta dapat memperoleh masukan mengenai konsep desain, teknik pengerjaan, serta pengembangan karakter karya.

Program tersebut juga dapat mempertemukan talenta muda dengan pengalaman industri. Interaksi seperti ini penting untuk membantu peserta mengenali standar dan tantangan yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia profesional.

Dekranasda Dorong Wastra Kaltara Masuk Fashion Modern
Selain meningkatkan keterampilan teknis, Dekranasda Kaltara mendorong peserta mengangkat kekayaan budaya daerah dalam karya fashion. Kaltara memiliki beragam wastra yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif dengan pendekatan desain modern.

Batik dan tenun khas daerah menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan oleh generasi muda. Pengolahan material dan motif lokal dapat memberikan identitas khusus pada produk fashion yang dihasilkan.

Sipta menilai kekayaan budaya daerah memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar fashion. Tantangannya terletak pada kemampuan desainer mengolah unsur tradisional menjadi produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen saat ini.

“Budaya lokal kita memiliki potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi karya yang kreatif, modern, dan relevan dengan generasi sekarang,” tutur Sipta.

Pendekatan tersebut dapat membantu menjaga keberlanjutan budaya sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. Produk berbasis wastra juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari identitas fashion Kaltara.

Keterampilan Fashion Didorong Menjadi Peluang Usaha
Dekranasda Kaltara tidak hanya menargetkan peserta mampu menghasilkan desain yang menarik. Lembaga tersebut juga ingin membangun keberanian peserta untuk melihat kreativitas sebagai peluang ekonomi.

Sipta berharap pelatihan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan talenta muda. Kemampuan desain dan menjahit dapat menjadi dasar untuk membangun usaha mandiri setelah peserta menyelesaikan pendidikan.

Pengembangan bisnis fashion membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat produk. Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan konsumen, menentukan konsep produk, menjaga kualitas, serta membangun strategi pemasaran.

Kemampuan tersebut semakin relevan dengan perkembangan pemasaran digital. Desainer muda dapat memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan karya, membangun merek, dan menjangkau konsumen di luar wilayah Kaltara.

Karena itu, pelatihan yang menggabungkan keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan dapat memberikan bekal yang lebih komprehensif bagi peserta.

Karya Kreatif Benuanta 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah
Coaching Fashion Design dan Menjahit menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta 2026. Program tersebut mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, dunia pendidikan, serta pelaku ekonomi kreatif.

Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Pemerintah dapat memberikan dukungan program, sementara institusi pendidikan menjadi ruang pengembangan keterampilan bagi generasi muda.

Keterlibatan Bank Indonesia juga memberikan dimensi tambahan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sektor kreatif dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi apabila talenta, produk, dan akses pasar dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam konteks Kaltara, pengembangan fashion berbasis budaya lokal dapat membuka peluang bagi produk daerah untuk memiliki daya saing lebih luas. Produk yang menggabungkan unsur tradisional dan desain modern berpotensi menyasar konsumen di berbagai daerah.

Dekranasda Targetkan Desainer Muda Bawa Identitas Kaltara
Program pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan selama enam hari. Dekranasda Kaltara mendorong adanya pembinaan berkelanjutan agar peserta dapat terus meningkatkan kemampuan dan menghasilkan karya baru.

Pembinaan berkesinambungan juga dapat membantu peserta membangun portofolio. Portofolio menjadi salah satu modal penting bagi calon desainer ketika ingin mengikuti kompetisi, bekerja di industri, atau mengembangkan merek sendiri.

Sipta berharap program tersebut dapat melahirkan fashion designer dan pelaku usaha kreatif dari Kaltara. Mereka diharapkan mampu membawa identitas daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

“Dekranasda Kaltara berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan fashion desainer dan pelaku usaha kreatif yang mampu membawa identitas Kaltara ke tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan talenta fashion Kaltara membutuhkan kesinambungan antara pelatihan, produksi, pemasaran, dan akses terhadap industri. Jika ekosistem tersebut terus diperkuat, kekayaan wastra lokal dapat berkembang menjadi produk fashion bernilai tambah.

Upaya Dekranasda Kaltara bersama Bank Indonesia dan Disperindagkop UKM Kaltara menjadi salah satu langkah untuk membangun fondasi tersebut. Generasi muda tidak hanya diarahkan menjadi pengguna budaya, tetapi juga menjadi kreator yang mampu mengembangkan budaya lokal menjadi karya ekonomi kreatif.

Baca Juga “Dekranasda Malinau dorong batik jadi penggerak ekonomi keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *