Tren Fashion Lawas Kembali Populer Mengikuti Siklus Mode
Sejumlah tren fashion lawas kembali mendapat perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Motif polkadot, gaya Y2K, sepatu balet, atasan renda klasik, rok balon, hingga pakaian berlapis mulai kembali terlihat dalam perkembangan mode saat ini.
Fenomena tersebut tidak muncul secara kebetulan. Ketua Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle FIK Universitas Surabaya (Ubaya), Hany Mustikasari, M.Ds., menjelaskan bahwa kembalinya tren lama berkaitan dengan teori siklus fashion.
Teori Siklus Fashion Menjelaskan Kembalinya Tren Lama
Hany menjelaskan bahwa sebuah tren fashion umumnya melewati sejumlah tahapan sebelum kembali mendapatkan perhatian. Siklus tersebut dimulai dari kemunculan tren, pengenalan kepada masyarakat, peningkatan popularitas, penurunan minat, hingga fase ketika tren mulai dilupakan.
Baca Juga “Fabriku Resmi Hadir di Surabaya, Buka Akses Baru untuk Kebutuhan Bahan Fashion“
“Di dalam dunia fashion, kami mengenal teori siklus fashion yang menjelaskan bagaimana setiap tren memiliki fase tersendiri. Tahapannya dimulai dari kemunculan, dikenalkan kepada masyarakat, populer di puncak, mulai surut, hingga tren tersebut dilupakan oleh masyarakat,” ujar Hany, Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, siklus tersebut membuat tren tertentu memiliki peluang untuk kembali muncul setelah melewati periode penurunan popularitas. Namun, tidak semua gaya lama otomatis kembali menjadi tren.
Tren Fashion Lama Bisa Kembali dalam 15 hingga 30 Tahun
Dalam siklus fashion yang umum, sebuah tren dapat kembali populer setelah melewati rentang waktu sekitar 15 hingga 30 tahun. Jarak tersebut memungkinkan gaya yang sebelumnya dianggap ketinggalan zaman kembali dipandang menarik.
Kembalinya tren lama juga berkaitan dengan pengalaman generasi yang berbeda. Orang yang pernah mengalami masa kejayaan sebuah tren dapat merasakan nostalgia ketika gaya tersebut kembali muncul.
Pada saat yang sama, generasi lebih muda dapat melihat tren tersebut sebagai sesuatu yang baru. Mereka mungkin tidak mengalami periode ketika gaya tersebut pertama kali populer sehingga memiliki rasa penasaran untuk mencobanya.
Nostalgia dan Rasa Penasaran Mendorong Tren Lawas
Hany menilai nostalgia menjadi salah satu faktor yang mendorong kebangkitan tren fashion dari masa lalu. Pengalaman terhadap gaya tertentu dapat memunculkan kembali ketertarikan ketika elemen fashion tersebut hadir dalam bentuk baru.
“Kembalinya sebuah tren biasanya dipicu oleh rasa rindu atau nostalgia dari orang-orang yang sempat merasakan titik populernya sebuah tren fashion tertentu di masa lalu. Di waktu yang bersamaan, generasi yang lebih muda memiliki rasa penasaran karena tidak sempat mengalami tren tersebut,” ucapnya.
Fenomena tersebut membuat satu tren dapat diterima oleh kelompok usia yang berbeda dengan alasan yang tidak selalu sama. Generasi yang lebih tua dapat menganggapnya sebagai bentuk nostalgia, sedangkan generasi muda melihatnya sebagai bagian dari eksplorasi gaya.
Refashioned Memperpanjang Masa Pakai Produk Fashion
Kembalinya tren lama juga dapat memberikan peluang untuk menerapkan konsep keberlanjutan dalam industri fashion. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah refashioned.
Refashioned merupakan praktik memodifikasi produk fashion yang sudah ada agar sesuai dengan kebutuhan dan selera saat ini. Cara tersebut memungkinkan pakaian lama digunakan kembali tanpa harus selalu membuat produk baru.
“Terdapat istilah yang disebut refashioned yang terjadi ketika sebuah produk fashion dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat diterima oleh masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memperpanjang masa pakainya sekaligus mengurangi limbah fashion,” kata Hany.
Pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif dalam mengurangi pembuangan pakaian yang masih memiliki potensi untuk digunakan. Produk lama juga dapat memperoleh tampilan baru melalui perubahan desain, bahan, warna, atau detail tertentu.
Tren Lawas Mengalami Penyesuaian Sebelum Kembali Populer
Menurut Hany, tren fashion lawas tidak selalu kembali dalam bentuk yang sama seperti ketika pertama kali populer. Desainer perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar gaya lama dapat diterima oleh konsumen masa kini.
Penyesuaian tersebut dapat mencakup estetika, model, warna, bahan, teknologi produksi, serta aspek kenyamanan. Kemudahan penggunaan dan perawatan juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kembali tren dari masa lalu.
Karena itu, tren lama yang muncul kembali sering kali memiliki karakter berbeda dari versi aslinya. Unsur khas dari periode sebelumnya tetap dipertahankan, tetapi tampilannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Industri Fashion Perlu Memadukan Tren dan Keberlanjutan
Kebangkitan tren lama menunjukkan bahwa perkembangan fashion tidak selalu bergerak secara linear. Gaya yang pernah ditinggalkan dapat kembali mendapatkan tempat ketika kondisi sosial, budaya, dan selera masyarakat berubah.
Fenomena tersebut juga membuka ruang bagi industri fashion untuk mengembangkan produk secara lebih berkelanjutan. Pemanfaatan kembali pakaian lama melalui modifikasi dapat membantu memperpanjang usia produk sekaligus mengurangi potensi limbah.
Hany menilai pemahaman terhadap desain dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pendidikan fashion. Mahasiswa tidak hanya perlu menguasai keterampilan membuat desain, tetapi juga memahami dampak karya mereka terhadap lingkungan.
Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Ubaya, menurut Hany, membekali mahasiswa dengan kemampuan desain sekaligus keterampilan pendukung. Pendidikan tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghasilkan karya fashion dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
Kembalinya polkadot, Y2K, sepatu balet, renda klasik, rok balon, dan pakaian berlapis menjadi contoh bagaimana tren lama dapat menemukan kembali relevansinya. Perubahan selera tidak selalu menghapus gaya masa lalu, tetapi dapat mengemasnya kembali sesuai kebutuhan generasi baru.
Pada akhirnya, siklus fashion menunjukkan bahwa tren dapat berulang dengan bentuk yang berbeda. Ketika nostalgia bertemu kreativitas dan kebutuhan akan keberlanjutan, fashion lawas tidak hanya kembali sebagai gaya, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk memperpanjang usia produk.
Baca Juga “Enam Brand Modest Fashion Perkenalkan Inovasi Produk di Muslim LifeFest 2026“